Konsep Kehamilan
Kehamilan
Pengertian Kehamilan
Pengertian Kehamilan
- Kehamilan adalah rangkaian peristiwa yang baru terjadi bila ovum dibuahi dan pembuahan ovum akhirnya berkembang sampai menjadi fetus yang aterm (Dewi, 2011).
- Kehamilan adalah suatu keadaan dimana terjadi pembuahan ovum oleh spermatozoa yang kemudian mengalami nidasi pada uterus dan berkembang sampai janin lahir, dimana lamanya hamil normal 37-39 minggu dihitung dari pertama haid terakhir (Winkjosastro, 2010).
- Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Setiap wanita yang memiliki organ reproduksi sehat, yang telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang organ reproduksinya sehat sangat besar kemungkinannya akan mengalami kehamilan. Apabila kehamilan ini direncanakan, akan memberi rasa kebahagiaan dan harapan (Mandriwati, 2008).
1. Tanda – Tanda Kehamilan.
Menurut Bobak (2010), tanda awal dari kehamilan ada 3 yaitu
presumtif (perubahan yang dirasakan wanita), kemungkinan (perubahan yang bisa diobservasi pemeriksa), dan positif hamil.
1) Tanda presumtif (perubahan yang dirasakan wanita).
a) Amenore (terhentinya menstruasi). Kehamilan menyebabkan dinding dalam uterus (endometrium) tidak dilepaskan sehingga amenore atau tidak datangnya haid. Hal ini dianggap sebagai tanda kehamilan. Hal ini tidak dianggap sebagai tanda pasti kehamilan, karena aminore dapat juga terjadi pada beberapa penyakit kronik, tumor hipofise, perubahan faktor-faktor lingkungan, malnutrisi, dan (yang paling sering) gangguan emosional (Prawirohardjo, 2011).
b) Fatique (keletihan).Selama periode kehamilan minggu ke lima sampai minggu ke- empat belas, di priode ini ibu akan merasakan keletihan yang tidak biasa dan membutuhkan tidur lebih banyak karena adanya tuntutan baru terhadap pasokan energi pada ibu, dan karena terjadinya pergeseran pada kecepatan metabolisme tubuh ibu (Prawirohardjo, 2011).
c) Perubahan Payudara. Pada awal kehamilan perempuan akan merasakan payudaranya menjadi lebih lunak. Setelah bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya dan vena- vena di bawah kulit akan lebih terlihat. Puting payudara akan lebih besar, kehitaman, dan tegak. Setelah bulan pertama satu cairan berwarna kekuningan yang disebut kolostrum dapat keluar. Kolostrum ini berasal ini berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi. Meskipun dapat dikeluarkan, air susu belum dapat di produksi karena hormon prolaktin ditekan oleh prolactin inhibiting hormone (Bobak, 2010).
d) Morning sicknes (mual dan muntah di pagi hari) Kehamilan sering ditandai oleh gangguan sistem pencernaan, yang terutama bermanifestasi sebagai mual dan muntah. Apa yang disebut dengan morning sickness pada kehamilan, biasanya timbul pada pagi hari tetap hilang pada beberapa jam, walaupun kadang-kadang keluhan ini menetap lebih lama dan dapat timbul pada waktu yang berbeda. Gejala yang mengganggu ini biasanya dimulai biasanya dimulai sekitar 6 minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir, dan biasanya menghilang spontan 6 sampai 12 minggu kemudian. Penyebab kelainan ini tidak diketahui tetapi tampaknya berkaitan dengan tingginya kadar bentuk-bentuk tertentu hCG (yang mengalami variasi-variasi dalam glikosilasi) dengan kapasitas perangsangan tiroid terbesar (Bobak, 2010).
e) Quickening (persepsi gerakan janin). Pada usia kehamilan antara 16 dan 20 minggu (sejak hari pertama menstruasi berakhir), wanita hamil mulai menyadari adanya gerakan berdenyut ringan di perutnya, dan intensitas gerakan ini semakin meningkat secara bertahap. Sensasi ini disebabkan oleh gerakan janin, dan hari ketika gerakan tersebut disadari oleh wanita hamil disebut quickening atau munculnya persepsi kehidupan. Namun, hanya merupakan bukti penunjang kehamilan, dan apabila berdiri kurang kurang bernilai diagnostik (Prawirohardjo, 2011).
2) Tanda kemungkinan hamil (yang dapat diobservasi pemeriksa)
a) Tanda Hegar. Pada minggu-minggu pertama kehamilan, meningkatnya ukuran uterus terutama terbatas pada diameter anteroposterior, tetapi pada masa gestasi selanjutnya, korpus uterus hampir membulat garis tengah uterus rata-rata 8 cm dicapai pada minggu ke-12. Hal ini disebabkan karena pembuluh darah dalam serviks bertambah dan karena terjadinya odema dari serviks dan hyperplasia kelenjar-kelenjar serviks sehingga serviks menjadi lunak(Cunningham, 2010).
b) Ballottement (baloteman). Sekitar pertengahan kehamilan, volume janin lebih kecil dibanding volume cairan amnion. Karena itu, tekanan mendadak pada uterus dapat menyebabkan janin tenggelam dalam cairan amnion dan kemudian memantul kesisinya semula, benturan yang ditimbulkan ballottement dapat dirasakan oleh jari-jari tangan pemeriksa (Cunningham, 2010)
c) Test kehamilan
Menurut Bobak (2010) untuk mengetahui kehamilan dapat dilakukan beberapa tes berikut ini yaitu HCG (Human Chorionic Gonadotropin). HCG dapat diukur dengan radio imunoesai dan dideteksi dalam darah enam hari setelah konsepsi atau sekitar 20 hari sejak periode mentruasi terakhir (LMT = Last Menstrual Periode). Keberadaan hormon ini dalam urine pada awal kehamilan merupakan dasar berbagai tes kehamilan di laboratorium dan kadang-kadang dapat dideteksi di dalam urine 14 hari setelah konsepsi.
Tes Lateks Aglutinotion Inhibition (LAI). Tes ini mudah dilakukan dan hasil diperoleh dalam dua menit. Tes ini akurat 4-10 hari setelah terlambat haid. Contoh tes tipe ini ialah preparat Gravidex, Pregnosticon, dan UCG beta.
Tes Hemagglutination Inhibition (HAI).Tes ini lebih sensitif daripada tes LAI, tetapi Neocept yang memerlukan satu sampai dua jam sampai hasil diperoleh. Akan tetapi, Neocept yang memberi hasil yang akurat sebelum atau pada haid terlambat, semua tes HAI akurat sekitar empat hari sesudah terlambat haid. Di pasaran juga dijual E.P.T (Early Pregnancy Test = Tes Kehamilan dini). Suatu tes HAI yang dapat dilakukan di rumah, dijual umum.
Radioreceptor Assay. Tes ini adalah salah satu kategori terbaru tes kehamilan. Tes serum 1 jam ini memerlukan peralatan yang cukup canggih. Assay radioreceptor biasanya akurat paa saat haid terlambat (14 hari setelah konsepsi). Biocept G adalah contoh tes tipe ini.
Tes Hamil Radioimunoesai. Tes hamil radioimunoesai untuk subunit beta HCG, memakai tanda berlabel radioaktif sehingga tes harus dilakukan di laboratorium. Bergantung pada derajat sensitivitas yang diinginkan, waktu tes bervariasi dari 1 jam sampai 48 jam. Radioimunoesai adalah tes kehamilan yang paling sensitif saat ini. Kehamilan dapat didiagnosis 8 hari setelah ovulasi atau enam hari sebelum haid berikutnya.
Enzim Immunoassay. Tes ini memakai kompleks anti-HCG monoklonal dan enzim. Perubahan warna membuat hasil mudah dibaca. Tes baru ini memberi harapan di masa depan. Confidot adalah tes kehamilan essay immunoenzimatik yang dikerjakan di rumah.
Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA). Tes ELISA adalah tes kehamilan yang paling populer. Tes ini menggunakan anti body monoklonal spesifik yang dihasilkan oleh teknologi cell-line hibrida. Suatu enzim, yang buka merupakan senyawa radioaktif, mengidentifikasi antigen substansi yang akan diukur. Enzim menginduksi reaksi perubahan warna. Hasil akhir tes dapat dibaca dengan mata telanjang atau spectrometer. Tes ELISA memiliki banyak kelebihan. Antigen enzim berkonjugasi dan reagen tes stabil, peralatan yang diperlukan sederhana, dan tidak ada produk sampah nuklir. Baik di rumah atau di klinik, prosedur ELISA memerlukan waktu minimal dan memberi hasil dalam 5 menit dengan tingkat sensitifitas dari 25-50 mIU per ml HCG dalam spesimen. Teknologi adalah tes-tes baru yang dapat dibeli bebas.
3) Tanda goodel (serviks melunak)
Pada minggu ke-6 sampai 8, konsistensi jaringan serviks
yang mengelilingi os eksternus lebih mirip dengan mulut bibir daripada tulang rawan hidung, yang khas untuk serviks pada wanita tidak hamil. Namun, keadaan-keadaan lain dapat menyebabkan serviks melunak, misalnya kontrasepsi yang mengandung estro-gen-progestin. Seiring dengan perkembangan kehamilan, kanalis servikalis dapat menjadi sedemikian melebar sehingga jari tangan dapat dimasukkan. Pada proses peradangan tertentu, serta karsinoma, serviks akan tetap keras selama kehamilan dan, bilapun mungkin, hanya membuka saat persalinan (Cunningham, 2010).
4) Positif hamil
a) Sonografi. Pemakaian Sonografi Transvaginal telah menimbulkan revolusi dalam pencitraan kehamilan tahap awal dan perkembangannya. Dengan sonografi abdomen, kantung gestasi dapat dilihat hanya setelah usia 4 sampai 5 minggu sejak menstruasi terakhir. Pada hari ke-35, semua kantung gestasi normal seyogyanya sudah terlihat, dan setelah 6 minggu, denyut jantung seharusnya sudah terdeteksi. Pada minggu ke-8, usia gestasi dapat dapat diperkirakan secara cukup akurat. Sampai minggu ke-12, tiap millimeter panjang puncak kepala- bokong merefleksikan pertambahan usia gestasi 4 hari.
b) Bunyi Jantung Janin. Mendengar atau mengamati denyut jantung janin dapat memastikan diagnosis kehamilan. Kontraksi jantung janin dapat diidentifikasi dengan auskultasi menggunakan fetoskop khusus, ultrasonografi, dengan prinsip Doppler dan sonografi. Denyut jantung janin dapat dideteksi dengan auskultasi dengan menggunakan stetoskop rata-rata pada usia kehamilan 17 minggu, pada usia kehamilan 19 minggu, denyut jantung janin dapat dideteksi pada hampir semua wanita hamil yang tidak kegemukan. Frekuensi denyut jantung janin pada tahap ini dan sesudahnya berkisar antara 120 sampai 160 dpm dan terdengar sebagai bunyi ganda mirip detak jam dibawah bantal. Tidak cukup apabila kita hanya mendengar jantung janin. Denyut jantung janin harus berbeda dengan ibunya. (Prawirohardjo, 2011).
Posting Komentar untuk "Konsep Kehamilan"