Faktor Yang Mempengaruhi Kenyamanan Lingkungan Pekerja Menurut Sedarmayanti Tahun 2000
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja, seperti yang dikemukakan Sedarmayanti yaitu:
a.
Penerangan
Berjalannya
suatu perusahaan tak luput dari adanya faktor penerangan, begitu pula untuk
menunjang kondisi kerja penerangan memberikan arti yang sangat penting. Salah
satu faktor yang penting dari lingkungan kerja yang dapat memberikan semangat
dalam bekerja adalah penerangan yang baik. Karyawan yang terlibat dalam
pekerjaan sepanjang hari rentan terhadap ketegangan mata yang disertai dengan keletihan
mental, perasaan marah dan gangguan fisik lainnya. Dalam hal penerangan di sini
tidak hanya terbatas pada penerangan listrik tetapi juga penerangan matahari.
Penerangan yang baik dapat memberikan kepuasan dalam bekerja dan tentunya akan
meningkatkan produktivitas, selanjutnya penerangan yang tidak baik dapat
memberikan ketidakpuasan dalam bekerja dan menurunkan produktivitas. Hal ini
disebabkan karena penerangan yang baik tentunya akan memudahkan para karyawan
dalam melakukan aktivitas. Ciri-ciri penerangan yang baik adalah sebagai
berikut:
1)
Sinar cahaya yang cukup.
2)
Sinarnya yang tidak berkilau dan
menyilaukan.
3)
Tidak terdapat kontras yang tajam.
4)
Cahaya yang terang.
5)
Distribusi cahaya yang merata.
6)
Warna yang sesuai.
b.
Suhu Udara (Ventilasi)
Lingkungan
kerja dapat dirasakan nyaman manakala ditunjang oleh beberapa faktor, salah
satu faktor yang memberikan andil adalah suhu udara. Suhu udara dalam ruangan
kerja merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan oleh manajemen
perusahaan agar karyawan dapat bekerja dengan menggunakan seluruh kemampuan sehingga
menciptakan hasil yang optimal.
Selain suhu
udara, sirkulasi udara di tempat kerja perlu diperhatikan juga. Bila sirkulasi
udara baik maka udara kotor yang ada dalam ruangan bisa diganti dengan udara
yang bersih yang berasal dari luar ruangan. Berbicara tentang kondisi udara
maka ada tiga hal yang menjadi fokus perhatian yaitu kelembaban, suhu udara dan
sirkulasi udara. Ketiga hal tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas para
pekerja. Bagaimana seorang staf administrasi dapat bekerja secara optimal bila
keadaan udaranya sangat gerah. Hal tersebut akhirnya dapat menurunkan semangat
kerja karena dipengaruhi oleh turunnya konsentrasi dan tingkat stress karyawan.
c.
Kebisingan
Untuk
meningkatkan produktivitas kerja suara yang mengganggu perlu dikurangi. Di
lingkungan rumah sakit suasana tenang sangat diperlukan karena pada saat
melayani pasien harus terbebas dari suara lain yang bisa terdengar oleh pasien.
Suara bising ditimbulkan pada saat bersamaan dalam satu ruangan bisa mengganggu
konsentrasi itu sendiri pada saat bekerja. Bunyi bising dapat mengganggu
konsentrasi dalam bekerja, untuk itu suara-suara ribut harus diusahakan
berkurang. Turunnya konsentrasi karena ditimbulkan oleh suara bising dapat
berdampak pada meningkatnya stres karyawan.
d.
Ruang Gerak
Tata ruang
kerja yang baik adalah tata ruang kerja yang dapat mencegah timbulnya gangguan
keamanan dan keselamatan kerja bagi semua karyawan yang bekerja di dalamnya. Barang-barang
yang diperlukan dalam ruang kerja harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga
tidak menimbulkan gangguan terhadap para karyawan. Jalan-jalan yang
dipergunakan untuk lalu alang para karyawan hendaknya tidak dipergunakan untuk
meletakkan barang-barang yang tidak pada tempatnya. Dalam ruangan kerja hendaknya
ditempatkan tempat sampah sehingga kebersihan lingkungan kerja tetap terjaga.
Ruang kerja
hendaknya di desain sedemikian rupa sehingga memberikan kesan nyaman bagi para
karyawan. Untuk itu ruangan kerja harus ditata mengacu kepada aliran kerja
sehingga meningkatkan efisiensi dan memudahkan koordinasi antar para karyawan.
Perusahaan yang baik akan selalu menyediakan berbagai sarana yang memadai, hal
ini dimaksudkan agar para karyawan merasa senang dan betah di ruangan kerja.
Posting Komentar untuk "Faktor Yang Mempengaruhi Kenyamanan Lingkungan Pekerja Menurut Sedarmayanti Tahun 2000"